• header
  • header

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 9 BANDA ACEH. Terima Kasih Atas Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI 9 BANDA ACEH

NPSN : 10107197

Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Kec.Banda Raya Kota Banda Aceh


[email protected]

TLP : 0651-


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 540922
Pengunjung : 232622
Hari ini : 26
Hits hari ini : 28
Member Online : 0
IP : 216.73.216.148
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

FILOSOFI LABU TANAH




Dalam dunia pendidikan, memahami sesuatu dengan pemikiran yang mendalam hingga dapat mengambil manfaat adalah sebuah hal yang penting. Muaranya adalah memahami sebuah hakikat atas realita, keberadaan, pengetahuan, dan perilaku yang ada.

Hakikat yang coba dipahami disini adalah keberadaan tanaman labu tanah. Filsafat labu tanah (tanoh), khususnya labu kuning, mengajarkan kerendahan hati, ketenangan, dan ketahanan, karena merambat rendah di tanah namun menghasilkan buah yang berlimpah. Ia melambangkan kemakmuran dan pertumbuhan yang membutuhkan dasar kuat (tanah subur) serta proses waktu yang sabar, bukan tumbuh menjulang dengan angkuh. Demikian pulalah hakikat pekerjaan seorang guru yang dapat diwakilkan pada labu tanah ini. Selalu sabar dan tidak angkuh ketika anak didiknya berhasil tumbuh besar dan sukses dalam kehidupannya.

Mari kita lihat poin-poin filosofi labu tanah:

  • Kerendahan Hati dan Keberlimpahan:Meskipun menjalar rendah di atas tanah, labu memberikan hasil panen yang besar, bernutrisi, dan bermanfaat bagi kehidupan. Meskipun banyak orang merendahkan profesi guru ibarat kacang lupa pada kulitnya, guru telah memberikan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat hingga melahirkan banyak sekali orang pintar dan berguna bagi kehidupan masyarakat, guru tetap rendah hati walaupun anak didiknya telah memiliki capaian standar kehidupan yang jauh diatas gurunya.
  • Pertumbuhan yang Tenang:Tumbuh secara konsisten di atas tanah subur mengajarkan bahwa pertumbuhan sejati membutuhkan ketenangan dan dasar yang kuat, bukan kecepatan semata. Inilah aksi yang harus dilakukan guru, harus melaksanakan proses pembelajaran bukan pencapaian nilai semata. Hal yang sulit dipahami orang dimana bagi mereka hasil lebih dipandang daripada proses. Maunya Cuma nilai yang bagus tanpa proses belajar.
  • Ketahanan dan Adaptasi:Tanaman labu beradaptasi dengan lingkungan sekitar (tanah) dan mampu tumbuh dengan kuat. Begitu juga guru, selalu tahan atas berbagai tekanan dan ketidak adilan yang dialaminya dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Secara morfologi, akar labu menjalar ke segala arah, yang dapat dimaknai sebagai upaya gigih untuk mencari nutrisi kehidupan dari tanah. Sama halnya dengan upaya guru dalam mendidik para muridnya.(IFM)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas