• header
  • header

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 9 BANDA ACEH. Terima Kasih Atas Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI 9 BANDA ACEH

NPSN : 20210743

Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Kec.Banda Raya Kota Banda Aceh


info@sman9bandaaceh.sch.id

TLP : 0651-


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 11591
Pengunjung : 5189
Hari ini : 18
Hits hari ini : 57
Member Online : 0
IP : 52.203.18.65
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Aceh Lon Sayang




ACEH LON SAYANG

Oleh: Siti Zahara, SE.M.Si.Ak

Guru SMA Negeri 9 Banda Aceh

 

Kejayaan Aceh di masa lalu telah sirna bersamaan dengan berlalunya waktu dan bergantinya generasi. Aceh merupakan pintu gerbang masuknya Islam dan merupakan pusat peradaban pada masa kejayaannya. Kerajaan sultan Iskandar muda merupakan suatu kerajaan besar yang ada di Asia pada waktu itu, dengan pusat pendidikan di Kuta Raja ( Mesjid Raya Baiturrahman sekarang). Aceh juga merupakan daerah modal bagi kemerdekaan Indonesia. Semua mata tertuju padanya dan semua asa ingin menguasainya.

Aceh tempo dulu adalah suatu negeri yang punya kejayaan di bidang pendidikan. Para panglima perang yang ada pada waktu itu adalah mereka yang tidak hanya punya kemampuan di medan perang untuk menaklukkan dan membuat musuh takut tetapi mereka juga orang-orang yang punya ilmu agama yang tinggi. Masyarakat Aceh pada waktu itu sangat menjaga Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT. Apabila ada pihak yang berusaha menjelekkan, menghina dan merendahkan Islam terutama orang-orang kafir, mereka siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan agamanya. Sikap yang demikian sudah semakin pudar bahkan hilang dalam jiwa masyarakat Aceh.

Masyarakat Aceh sekarang ada masyarakat yang rapuh dan mudah diprovokasi untuk bermusuhan sesama saudara sebangsa dan seagama. Negara ini akan utuh apabila masyarakatnya bisa saling bertoleransi dan menjaga ukhuwah Islamiyah dengan baik serta mereka tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang mempunyai tujuan menghancurkan negara. Kejayaan Aceh masa dulu seharusnya dapat menjadi motivasi bagi generasi sekarang untuk mengembalikan citra Aceh di Indonesian dan mata dunia.

Masa Konflik

            Di Era delapan puluhan, Aceh terkenal sebagai daerah konflik yang berkepanjangan dengan korban yang begitu banyak. Banyak anak yang telah kehilangan orang tua, mereka berusaha mempertahankan hidup dengan secercah harapan bahwa masa depan harus lebih gemilang. Karakter orang Aceh yang tegar terhadap berbagai persoalan hidup menyebabkan generasi Aceh tetap kuat walau kehidupan tidak bersahabat dengannya. Kondisi saat itu sangat mencekam dan masyarakat hidup dalam ketakutan.  Kondisi ini diperparah lagi dengan tidak ada pihak yang mampu menjamin keamanan bagi masyarakat. Tidak ada tempat mengadu atas kehilangan sanak saudara, tetapi masyarakat Aceh tetap sabar dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 2005 terjadi perdamaian antara GAM dengan RI yang kita kenal dengan MOU Helsinki.             

Tsunami

Setelah masa konflik berakhir, Aceh kembali dicoba oleh Allah SWT dengan terjadinya gempa dan gelombang Tsunami pada tanggal 26 Desember 2004. Kembali Aceh menangis dengan korban ratusan ribu orang. Tsunami adalah salah satu bentuk dari cobaan Allah kepada masyarakat Aceh untuk menguji tingkat keimanan umatnya. Masalah hidup dan mati manusia berjalan sesuai dengan  ketentuan Allah. Banyak relawan dari luar Aceh dan Luar Negeri yang memprediksi akan banyak masyarakat Aceh yang stress bahkan gila. Pada kenyataannya, hanya sedikit masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dan dengan berlalunya waktu mereka pulih kembali. Ini suatu gambaran bahwa masyarakat Aceh adalah orang-orang yang kuat dan tegar dalam menghadapi cobaan dari Allah. Karena mereka yakin akan ada hikmah dibalik cobaan yang berat dan Allah tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan.

Selain hal tersebut di atas, ada satu persoalan penting lain yang harus dipahami bahwa banyak masyarakat Aceh pada saat itu yang tidak punya ilmu tentang tsunami. Mereka tidak tahu kalau ada gempa dengan skala richter tertentu akan terjadi tsunami dan mereka harus lari ke gunung. Pada saat terjadi tsunami di Aceh, banyak masyarakat Aceh yang kebingungan dan ada diantara mereka yang pergi ke laut pada saat terjadi gempa. Hal ini terjadi karena mereka tidak pernah dibekali ilmu tentang tsunami oleh orang tuanya. Oleh karena itu, hal tersebut harus menjadi pembelajaran berharga bagi orang tua di era ini untuk membekali anak-anaknya pengetahuan yang dibutuhkan sekarang maupun di masa yang akan datang. Sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dihindari dengan bekal ilmu yang telah diberikan oleh orang tua.

            Nama Aceh tidak saja dikenal dikalangan masyarakat Indonesia, tetapi masyarakat luar negeri juga akrab dengan nama Aceh terutama setelah tsunami melanda daerah tersebut. Alasan lain yang membuat Aceh terkenal karena daerah tersebut berbeda dengan daerah Indonesia lainnya terutama kefanatikan Agama. Ditambah lagi Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menerapkan Syariat Islam. Hal tersebut membuat Negara yang elergi dengan Islam mulai melirik dan memperhatikan kondisi Aceh. Sehingga Aceh menjadi target dari kristenisasi yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan hancurnya Islam di bumi Serambi Mekah.    

            Berbagai propaganda di lancarkan di Aceh oleh kelompok tertentu untuk menghancurkan ukhuwah Islamiyah yang sudah terjalin begitu kuat di antara masyarakat Aceh. Ternyata beberapa misi tersebut  berhasil memporak porandakan persaudaraan yang sudah terjalin di Aceh. Mulai dari terjadinya perselisihan antara ulama modern dengan ulama dayah. Hal tersebut jelas terlihat dengan ada mesjid yang dikuasai oleh ulama dayah dan kemudian menjelekkan ulama lain yang bukan dari kelompok mereka. Perselisihan ini terus berlanjut, para provokator bertepuk tangan dan senang di luar sana karena misi memecah belah Aceh sudah berhasil dilakukan dengan baik. Sadarlah wahai saudaraku bahwa ada kelompok  di luar sana yang tidak ingin Aceh ini aman dan berusaha merusak ukhuwah Islamiyah. Karena para provokator di luar sana tahu kekuatan Islam berada pada terjalinnya hubungan saudara di antara umat Islam yang kita kenal dengan Ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu saudaraku jangan biarkan ukhuwah ini terputus hanya karena  perbedaan pendapat dalam masalah ibadah sunat.

Aliran Sesat

            Kekacauan lain juga sengaja diciptakan dengan munculnya aliran sesat dikalangan generasi muda Aceh terutama untuk anak-anak yang cerdas dan mampu berdakwah untuk mempengaruhi teman-temannya, sehingga aliran ini akan mempunyai pengikut yang banyak. Tidak sedikit siswa dan mahasiswa yang terjerumus dalam aliran tersebut. Alhamdulilah aliran tersebut dapat dibumi hanguskan dari bumi Aceh. Walaupun beberapa tahun kemudian aliran tersebut bangkit kembali dengan nama yang berbeda dan akhirnya mampu dihentikan kegiatannya oleh ulama dengan bantuan masyarakat.   

            Pada tanggal 7 Desember 2016 pukul 05.04 WIB, Allah kembali lagi menguji masyarakat Aceh dengan gempa 6,4 SR yang berpusat di Pidie Jaya yang menelan ratusan jiwa meninggal dunia dan ratusan lagi luka berat dan ringan. Banyak masyarakat yang tidak punya tempat tinggal, banyak anak yang menjadi yatim piatu dan banyak orang tua yang kehilangan anak. Aceh menjerit lagi atas musibah dari Allah SWT, tetapi masyarakat Aceh tetap sabar atas cobaan tersebut karena keimanan yang dimiliki dalam hati dengan keyakinan setelah ada kesulitan akan Allah beri kemudahan hidup. Galangan dana untuk pidie jaya dari berbagai pelosok daerahpun berdatangan tanpa perlu dikomando. Siswa, mahasiswa dan organisasi sosial kemasyarakatan mulai mengumpulkan baju layak pakai dan dana  untuk membantu saudaranya yang tertimpa musibah. 

            Bangkitlah Aceh lon sayang  untuk menata hidup dengan harapan hari esok harus lebih baik dari hari kemarin. Kebangkitan Aceh masa kini akan mampu dilakukan apabila semua elemen dalam masyarakat bersatu padu dengan ukhuwah Islamiyah yang kuat membangun bumi serambi mekah. Bangkitlah generasi muda Aceh, bangun negerimu dengan landasan ilmu, iman dan amal shaleh, sehingga negeri serambi mekah mempunyai martabat tidak saja di Indonesia, tetapi juga di mata dunia. Jadikan Allah sebagai penolongmu dengan cara memenuhi kewajiban kepadaNya dan jadikan Al-quran panduan hidupmu agar engkau tidak sesat untuk selama-lamanya. Wallahu A’lam Bissawab.

                                                               

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas